Senin, 25 Mei 2009

Marketing Syariah Kunci Sukses Bisnis Islami : hub 085227044550


UNTUK KONSULTASI DAN BERGABUNG SILAHKAN HUBUNGI BADRUDIN MUHSIN DI email/YM/FB: binmuhsin_group@yahoo.co.id atau HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103
KENAPA HARUS BERGABUNG DI MPP SYARIAH BERSAMA SAYA?
Karena saya adalah pemilik | PAKET POS | sehingga secara otomatis andapun akan saya promosikan juga. Karena saya adalah pemilik | BIN MUHSIN GROUP | sehingga anda akan mendapatkan semua kemudahan bergabung di jaringan bisnis saya
===

13 October 2005 00:00

Marketing Syariah Kunci Sukses Bisnis Islami

JAKARTA--Industri keuangan dan bisnis syariah harus mengedepankan marketing syariah. Tata cara dan perilaku staf pemasaran merupakan ujung tombak yang memberi citra baik atau buruknya lembaga keuangan syariah tersebut di mata masyarakat.

''Marketing itu salah satu kunci sukses lembaga bisnis syariah,'' kata anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), Muhammad Hidayat, di Jakarta, Selasa (11/10). Di antara yang membuat pandangan masyarakat tentang lembaga bisnis syariah sama saja dengan bisnis konvensional adalah karena perilaku staf marketing atau pemasaran yang kurang sesuai dengan akhlak Islam.

Hidayat mengingatkan bahwa untuk urusan yang satu ini, umat Islam harus kembali kepada sejarah Nabi Muhammad SAW. ''Beliau berdagang dan memasarkan dengan sangat baik.'' Salah satu cirinya adalah melakukan deal dengan baik, tidak menipu harga dan membawa barang sesuai dengan yang diinginkan konsumen. ''Beliau jujur dan amanah.''

Merujuk tulisan Afzalurrahman tentang sejarah hidup Nabi SAW sebagai pedagang, Hidayat mengatakan ada tiga perilaku utama Rasulullah terkait pemasaran yakni trust, service quality, dan responsibility atau amanah, berorientasi pada kualitas (jujur), dan bertanggung jawab.

Jika prinsip tersebut dijunjung tinggi dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, Hidayat yakin lembaga bisnis dan keuangan Islam juga sukses. Dengan akhlak Islami, katanya, bukan hanya orang Islam yang menghormati tapi juga umat lain.

Tren marketing syariah ini mengemuka setelah industri asuransi berlomba membuka cabang syariah. Saat ini, khusus untuk industri asuransi syariah terdapat 23 perusahaan baik itu perusahaan asuransi syariah, broker dan reasuransi syariah.

Perusahaan terakhir yang mengajukan izin broker adalah PT Asiare Binajasa yang bergerak di bidang jasa reasuransi. Perusahaan tersebut mengekspos rencana bisnis syariahnya di hadapan DSN MUI 6 Oktober 2005. Menurut Hidayat, broker asuransi syariah harus mengedepankan juga akhlak Islami. ''Yang utama adalah menghindari riswah atau suap.'' Contoh lainnya adalah berperilaku santun, jujur dan dipercaya. Selain itu, kata dia, salah satu contoh kecil adalah tidak mengadakan pertemuan atau deal pada waktu shalat Jumat.

Untuk fee broker asuransi, DSN telah menentukan skim wakalah wal ujrah. Fee tersebut menjadi hak perusahaan broker.

(tid )/Republika

Tidak ada komentar:

PAKET POS ( Promosi Online Semesta )

JENIS OBAT SUNNAH