Tampilkan postingan dengan label MARKETING SYARIAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MARKETING SYARIAH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2009

APA ITU MARKETING SYARIAH

UNTUK KONSULTASI DAN BERGABUNG SILAHKAN HUBUNGI BADRUDIN MUHSIN DI email/YM/FB: binmuhsin_group@yahoo.co.id atau HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103
KENAPA HARUS BERGABUNG DI MPP SYARIAH BERSAMA SAYA?
Karena saya adalah pemilik | PAKET POS | sehingga secara otomatis andapun akan saya promosikan juga. Karena saya adalah pemilik | BIN MUHSIN GROUP | sehingga anda akan mendapatkan semua kemudahan bergabung di jaringan bisnis saya
Guru marketing Hermawan Kartajaya sudah beberapa lama bergaul dengan praktisi keuangan syariah. Ia mulai fasih mengatakan ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin. Beragama Katolik, Hermawan malah berniat ikut dalam mengembangkan nilai marketing Islami. Berikut petikan wawancara sesaat setelah peluncuran buku Sharia Marketing di Jakarta pekan lalu.

Sebetulnya apa beda marketing syariah dan konvensional?
Dalam dunia marketing itu ada istilah kelirumologi. Itu lho sembilan prinsip yang disalah artikan. Misalnya marketing diartikan untuk membujuk orang belanja sebanyak-banyaknya. Atau marketing yang yang pada akhirnya membuat kemasan sebaik-baiknya padahal produknya tidak bagus. Atau membujuk dengan segala cara agar orang mau bergabung dan belanja. Itu salah satu kelirumologi ( merujuk istilah yang dipopulerkan Jaya Suprana). Marketing syariah itu mengajarkan orang untuk jujur pada konsumen atau orang lain. Nilai syariah mencegah orang (marketer) terperosok pada kelirumologi itu tadi. Ada nilai-nilai yang harus dijunjung oleh seorang pemasar. Apalagi jika ia Muslim.

Apakah nilai marketing syariah bisa diterapkan umat lain?
Lha ya nilai Islam itu universal. Rahmatan lil alamin. Begitu kan istilahnya. Nabi Muhammad itu menyebarkan ajaran Islam pasti bukan hanya untuk umat Islam saja. Jadi tidak apa-apa jika nilai marketing syariah ini inisiatif orang Islam supaya bisa menginspirasikan orang lain. Makin banyak non-Muslim yang ikut menerapkan nilai ini, makin bagus. Saya ikut mengendorse marketing syariah. Soal jujur itu kan universal. Jadi marketing syariah harus diketahui orang lain dalam rangka rahmatan lil alamin itu.

Apa nilai inti marketing syariah?
Integrity atau tak boleh bohong. Transparansi. Orang kan tak boleh bohong. Jadi orang membeli karena butuh dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, bukan karena diskonnya. Itu jika konsep marketing dijalankan secara benar.

Bagaimana muasal perkembangan nilai spiritual dalam marketing?
Sejalan dengan perkembangan dunia. Setelah September attack, orang melihat IQ dan EQ saja tidak cukup. Harus ada SQ, spiritual quotient. Orang melihat.

Apakah nilai marketing syariah ini akan bertahan?
Ya pasti sustain. Karena prinsip dasarnya kejujuran. Ini yang dibutuhkan semua orang. Apalagi setelah kasus seperti Enron, Worldcom dan lainnya. Orang melihat
bisnis itu harus jujur.

Lalu di mana peran ilmu marketing dalam konsep syariah?
Syariah mengendorse marketing dan marketing mengendorse syariah. Ilmu marketing menyumbangkan profesionalitas dalam syariah. Karena jika orang
marketing tidak profesional, orang tetap tidak percaya. Lihat saja bagaimana investor Timur Tengah belum mau investasi di Indonesia, meski negara ini populasinya mayoritas Muslim. Karena mereka tidak yakin dengan profesionalitas kita. Jadi, jujur saja tidak cukup.

Bukankan nilai kejujuran dan transparansi itu diajarkan semua agama?
Ya. Memang semua agama mengajarkan nilai itu. Tapi jangan lupa bahwa islam itu rahmatan lil alamin. Jadi, ada titik singgung. Bukankah lebih baik mencari yang serupa dari pada memperkarakan yang berbeda. Jika begitu hidup kita damai. Menurut saya, tak mengapa kita sebut marketing syariah. Karena mayoritas populasi di Indonesia itu Muslim. Jadi nilai syariah yang kita kedepankan. Kita mulai di sini, di Indonesia. Ada bagusnya jika yang mengendorse itu orang Islam, bukan yang lain.

Setelah nilai spiritual konsep apa lagi yang akan mengemuka dalam dunia bisnis?
Millenium. Orang mencari keseimbangan. Maksudnya orang berbisnis itu harus menjaga kelangsungan alam, tidak merusak lingkungan. Berbisnis juga ditujukan untuk menolong manusia yang miskin dan bukan menghasilkan keuntungan untuk segelintir orang saja. Nilai-nilai ini ke depan akan mengemuka. Sekarang pertemuan para praktisi marketing mulai mengarah ke sana.

Setelah mengenal Islam, apa pendapat Anda tentang nilai yang diajarkan?
Islam agama yang universal dan komprehensif. Guidance-nya lengkap. Ada petunjuk untuk seorang pedagang, kepala negara, seorang anak, panglima perang
dan semuanya. Ada diatur secara lengkap. Di atas semua itu saya melihat Islam itu ajaran yang damai dan indah. Ajaran Islam bisa dipakai semua orang. Itu kesan saya dan mengapa saya mau mempelajari nilai Islam untuk dikembangkan dalam konsep marketing. Saya sekarang menjadi aktivis lingkungan dan nilai-nilai.

[wanita-muslimah] Marketing Syariah

UNTUK KONSULTASI DAN BERGABUNG SILAHKAN HUBUNGI BADRUDIN MUHSIN DI email/YM/FB: binmuhsin_group@yahoo.co.id atau HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103
KENAPA HARUS BERGABUNG DI MPP SYARIAH BERSAMA SAYA?
Karena saya adalah pemilik | PAKET POS | sehingga secara otomatis andapun akan saya promosikan juga. Karena saya adalah pemilik | BIN MUHSIN GROUP | sehingga anda akan mendapatkan semua kemudahan bergabung di jaringan bisnis saya
===
Republika: Selasa, 08 Agustus 2006
Marketing Syariah Bukan Marketing 'Syori-ah'
Muhammad Syakir Sula
Wakil Ketua Umum IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam)
Sekjen MES (Masyarakat Ekonomi Syariah)

Saya tersentak ketika seorang teman mem-plesetkan marketing syariah jadi
'marketing syori-ah'. Begini kata mereka. ''Apa yang you tulis dalam buku
Syariah Marketing itu, tidak mungkin diimplementasikan dalam bisnis modern.
Mustahal.''katanya yang melafazkan mustahil. Ia lantas melanjutkan, itu sih
'marketing Syori-ah'.

Ia memaparkan, praktik bisnis di dunia modern ini banyak dipenuhi dengan
penipuan, kebohongan, kemaksiatan, dan bermitra dengan orang-orang yang
sebagian besar otaknya sudah kotor. ''Mana mungkin teori syariah marketing
di buku itu ditengok orang,'' katanya lagi. Teori itu hanya bisa
diaplikasikan santri sarungan yang berada di lingkungan yang masyarakat
sekitarnya masih lugu. ''Pergilah ke pelosok Madura, teori itu mungkin
cocok kata dia.''

Jika tetap menerapkan teori syariah marketing, jangan-jangan orang yang
melakukannya menjadi orang asing dan tak punya kawan. Bagaimanapun, kata
dia, bisnis di era global adalah gaul. Pelaku bisnis biasanya mau diajak ke
karaoke, bermain golf, atau mau memberi upeti berupa perempuan di kamar
hotel, atau kadang harus mau juga sharing dana taktis sebagai balas jasa
alias suap. Kadang juga harus mengajak refreshing ke luar negeri. Itu, kata
dia, bisnis modern.

Lalu saya mengatakan, telah lima belas tahun di dunia marketing dan enam
tahun menjadi direktur marketing di perusahaan kelas menengah. Saya dapati
banyak orang baik di dunia bisnis. Mereka tidak mau disogok, tidak mau
dilobby dengan wanita, tidak mau mengeluarkan dana riswah (suap), tidak mau
merekakayasa laporan (window dressing), menghindari golf yang 'diisi'
(judi), juga enggan menyetor dana taktis ke atasan. Mereka bekerja secara
profesional.

Saya juga masih menemukan beberapa direksi BUMN yang shaleh, bukan hanya
abid (ahli ibadah) dan senantiasa puasa Senin-Kamis, bahkan melakukan puasa
Daud (satu hari puasa dan satu hari tidak), amalan ibadah yang mungkin
sudah jarang dipraktikkan oleh seorang santri sekalipun.

Saya pun menemukan beberapa manajemen Bank Syariah yang mengamalkan wirid
tarekat tertentu, yang wiridnya kadang lebih panjang dari wirid kyai. Di
industri asuransi swasta saya punya beberapa kawan, yang jidadnya hitam
karena banyak sujud dan tahajjud, padahal di industri asuransilah yang
sering disebut-sebut sebagai biangnya 'bisnis modern' seperti yang dimaksud
di atas.

Beberapa hari yang lalu, kami berjumpa seorang sahabat, dia baru saja
kembali menyelesaikan Phd nya dari Amerika. Kebetulan disertasinya tentang
Spiritual Business. Sahabat itu menyatakan, lanjutkan kampanye marketing
syariah. Rupanya dia membaca resensi buku itu di internet.

Di Amerika, Eropa, orang sudah mulai muak dengan cara-cara bisnis yang
menyimpang, istilah dia. Sejak kejadian Enron, Global Crossing, dan
Worldcom, dunia bisnis di Amerika mulai sadar. Mereka haus dengan
nilai-nilai spiritual, kejujuran dan transparansi dalam mengelola bisnis.

Karena itu, tidaklah mengherankan mengapa Stephen R. Covey menyusul buku
legendarisnya, The 7 Habit of Highly Effective People dengan The 8 Th Habit
of Highly Effective People menambah satu poin lagi yaitu The 8 th Habit
yang tidak lain adalah inner voice dan transcendental values. Disinilah dia
menganggap bahwa nilai-nilai kejujuran, bisikan hati, menjadi hal yang
sangat penting bagi pengelola bisnis.

Buku itu meledak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ini pertanda bahwa
pelaku bisnis di dunia, ingin kembali ke bisnis modern yang beradab, bukan
bisnis modern yang biadab. Memang berat, jikalau kita ingin kembali kepada
sesuatu yang benar. Kita akan dianggap aneh, dianggap tidak gaul, dan
ketinggalan zaman. Tapi percayalah, justru 'orang-orang aneh' inilah yang
berbahagia. Rasulullah pernah bersabda, 'Berbahagialah al-ghuraba,
orang-orang yang aneh, itu'.

Tanda-tanda mereka, seperti disebut oleh Rasulullah, adalah ''(1) Mereka
mencoba menimbulkan perbaikan ketika manusia sudah rusak, (2) mengisi apa
yang hilang, mereka melengkapi apa yang ganjil, mereka memenuhi apa yang
kosong, (3) mereka menghidupkan kembali sunnahku setelah sunnah itu
dimatikan oleh manusia.''

Inilah yang saya sebut dengan marketer syariah. Ketika yang lainnya
melakukan penipuan, ia memilih berjualan dengan jujur. Ketika yang lainnya
meraih bisnis dengan dengan maksiat, ia memilih dengan bekerja keras sambil
berdo'a. Dan ketika yang lainnya sudah terbiasa dengan menyuap, ia memilih
membangun silaturrahmi dengan mitra dan klien.

Syafi'i Antonio, pakar ekonomi syariah, dalam pengantarnya di buku 'Syariah
Marketing' dengan mantap menyimpulkan bahwa spirituality is the soul of
advanced and integrated marketing. Wallahu A'lam


=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti [EMAIL PROTECTED]
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

This mailing list has a special spell casted to reject any attachment ....
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
H. M. Nur Abdurrahman
Wed, 09 Aug 2006 02:10:51 -0700


Senin, 25 Mei 2009

EKONOMI SYARIAH TENTANG MARKETING SYARIAH OLEH DITATANIA


UNTUK KONSULTASI DAN BERGABUNG SILAHKAN HUBUNGI BADRUDIN MUHSIN DI email/YM/FB: binmuhsin_group@yahoo.co.id atau HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103
KENAPA HARUS BERGABUNG DI MPP SYARIAH BERSAMA SAYA?
Karena saya adalah pemilik | PAKET POS | sehingga secara otomatis andapun akan saya promosikan juga. Karena saya adalah pemilik | BIN MUHSIN GROUP | sehingga anda akan mendapatkan semua kemudahan bergabung di jaringan bisnis saya
===
Waalaikumsalam Pak Ridwan,

Senang sekali atas ketertarikan Bapak untuk mengerti akan marketing
Syariah. Mungkin saya bisa coba bantu terangkan ya pak....

Marketing syariah adalah penerapan suatu disiplin bisnis strategis
yang sesuai dengan nilai dan prinsip syariah. Di MarkPlus&Co (sebuah
perusahaan yang bergerak di bidang konsultansi, riset, dan edukasi
pemasaran), marketing kita anggap sebagai ruh dari sebuah institusi
bisnis. Semua orang yang bekerja dalam institusi tersebut adalah
marketer yang membawa integritas, identitas, dan image perusahaan.
Pemasaran sebagai disiplin bisnis strategis mengarah pada proses
penciptaan, penawaran, dan perubahan values kepada para
stakeholdernya.

Sebuah institusi yang menjalankan prinsip syariah adalah perusahaan
yang tidak berhubungan dengan bisnis judi, riba, dan produk-produk
haram. Namun, walaupun bisnis perusahaan tersebut tidak berhubungan
dengan kegiatan bisnis yang diharamkan, terkadang taktik yang dipakai
dalam memasarkan produk-produk mereka masih berhubungan dengan cara-
cara yang tidak etis. Padahal pendekatan gharar, risywah dan zhulm
(tidak adil) juga dilarang dalam syariah islam.

Sementara itu, pemahaman masyarakat umum akan peran pemasaran pun
masih sempit. Pemasar diidentikkan dengan penjual yang dekat dengan
kecurangan, penipuan, paksaan dan lainnya yang memperburuk citra
seorang pemasar. Padahal, jika diteliti lebih lanjut, peran pemasar
itu sangat penting bagi perusahaan. Ya karena itu tadi, pemasar harus
menjaga integritas, identitas, dan image perusahaan. Dan hal ini
mencakup seluruh kegiatan bisnis strategis. Karenanya setiap pemasar
(semua karyawan di perusahaan) harus mempunyai values atau nilai-
nilai yang kuat sehingga ia tidak berlaku curang, tidak menipu, tidak
memaksa, dan lain hal sebagainya.

Ide mengenai marketing syariah ini sendiri ditelurkan oleh dua orang
pakar di bidang pemasaran dan syariah. Mereka adalah Hermawan
Kartajaya, one of 50 gurus who have shaped the future of marketing ¡V
president of world marketing association ¡V president of markplus&co,
dan Muhammad Syakir Sula, ceo batasa consulting dan telah mempunyai
pengalaman sebagai praktisi di bidang syariah selama lebih dari 10
tahun. Tujuan utama marketing syariah ini ada 2, yaitu:

1. Me-marketing-kan syariah „³
Dimana perusahaan yang pengelolaannya berlandaskan
syariah islam dituntut untuk bisa bekerja dan bersikap profesional
dalam dunia bisnis. Selain itu, tingkat pemahaman masyarakat akan
diferensiasi yang ditawarkan perusahaan berbasis syariah masih rendah
sehingga dibutuhkan suatu program pemasaran yang komprehensif
mengenai value proposition produk-produk syariah agar dapat diterima
dengan baik.

2. Men-syariah-kan Marketing „³
Dengan adanya pemahaman yang keliru mengenai peran pemasaran,
dibutuhkan suatu pemahaman akan pentingnya nilai-nilai etika dan
moralitas. Syariah islam sebagai syariah yang utuh dan komprehensif
mencakup nilai-nilai tersebut. Sehingga diharapkan akan mendukung
peran pemasaran untuk menjaga integritas, identitas dan image
perusahaan. Selain itu, dengan mensyariahkan marketing, sebuah
perusahaan tidak akan serta merta menjalankan bisnisnya demi
keuntungan pribadi saja karena ia juga akan berusaha untuk
menciptakan dan menawarkan bahkan dapat merubah suatu values kepada
para stakeholder utamanya (Allah Swt, Konsumen, Karyawan, Pemegang
Saham). Dan semoga, perusahaan tersebut dapat menjaga keseimbangan
laju bisnisnya sehingga menjadi bisnis yang sustainable.


Kira-kira sekian yang mungkin bisa saya sampaikan. Kalau ada yang
masih ingin ditanyakan atau didiskusikan silahkan Bapak menghubungi
MarkPlus&Co di no. 5790 2338 ext 502.

Terima kasih dan semoga jawaban ini dapat membantu bapak untuk
memahami lebih dalam mengenai syariah marketing.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Dita T. Wahyudi

Marketing Syariah Kunci Sukses Bisnis Islami : hub 085227044550


UNTUK KONSULTASI DAN BERGABUNG SILAHKAN HUBUNGI BADRUDIN MUHSIN DI email/YM/FB: binmuhsin_group@yahoo.co.id atau HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103
KENAPA HARUS BERGABUNG DI MPP SYARIAH BERSAMA SAYA?
Karena saya adalah pemilik | PAKET POS | sehingga secara otomatis andapun akan saya promosikan juga. Karena saya adalah pemilik | BIN MUHSIN GROUP | sehingga anda akan mendapatkan semua kemudahan bergabung di jaringan bisnis saya
===

13 October 2005 00:00

Marketing Syariah Kunci Sukses Bisnis Islami

JAKARTA--Industri keuangan dan bisnis syariah harus mengedepankan marketing syariah. Tata cara dan perilaku staf pemasaran merupakan ujung tombak yang memberi citra baik atau buruknya lembaga keuangan syariah tersebut di mata masyarakat.

''Marketing itu salah satu kunci sukses lembaga bisnis syariah,'' kata anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), Muhammad Hidayat, di Jakarta, Selasa (11/10). Di antara yang membuat pandangan masyarakat tentang lembaga bisnis syariah sama saja dengan bisnis konvensional adalah karena perilaku staf marketing atau pemasaran yang kurang sesuai dengan akhlak Islam.

Hidayat mengingatkan bahwa untuk urusan yang satu ini, umat Islam harus kembali kepada sejarah Nabi Muhammad SAW. ''Beliau berdagang dan memasarkan dengan sangat baik.'' Salah satu cirinya adalah melakukan deal dengan baik, tidak menipu harga dan membawa barang sesuai dengan yang diinginkan konsumen. ''Beliau jujur dan amanah.''

Merujuk tulisan Afzalurrahman tentang sejarah hidup Nabi SAW sebagai pedagang, Hidayat mengatakan ada tiga perilaku utama Rasulullah terkait pemasaran yakni trust, service quality, dan responsibility atau amanah, berorientasi pada kualitas (jujur), dan bertanggung jawab.

Jika prinsip tersebut dijunjung tinggi dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, Hidayat yakin lembaga bisnis dan keuangan Islam juga sukses. Dengan akhlak Islami, katanya, bukan hanya orang Islam yang menghormati tapi juga umat lain.

Tren marketing syariah ini mengemuka setelah industri asuransi berlomba membuka cabang syariah. Saat ini, khusus untuk industri asuransi syariah terdapat 23 perusahaan baik itu perusahaan asuransi syariah, broker dan reasuransi syariah.

Perusahaan terakhir yang mengajukan izin broker adalah PT Asiare Binajasa yang bergerak di bidang jasa reasuransi. Perusahaan tersebut mengekspos rencana bisnis syariahnya di hadapan DSN MUI 6 Oktober 2005. Menurut Hidayat, broker asuransi syariah harus mengedepankan juga akhlak Islami. ''Yang utama adalah menghindari riswah atau suap.'' Contoh lainnya adalah berperilaku santun, jujur dan dipercaya. Selain itu, kata dia, salah satu contoh kecil adalah tidak mengadakan pertemuan atau deal pada waktu shalat Jumat.

Untuk fee broker asuransi, DSN telah menentukan skim wakalah wal ujrah. Fee tersebut menjadi hak perusahaan broker.

(tid )/Republika

PAKET POS ( Promosi Online Semesta )

JENIS OBAT SUNNAH