Madison - Kabar baik bagi penderita diabetes. Mengoleskan madu pada kaki yang terinfeksi bisa mencegah penderita diabetes dari amputasi. Ajaib.
Itulah yang telah dilakukan Profesor Jennifer Eddy dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Winsconsin, Amerika Serikat, seperti dikutip dari AFP, Minggu (6/5/2007).
Terapi madu dilakukan dengan mengoleskannya pada bagian yang sakit. Setelah itu kulit mati dan bakteri bisa hilang. Madu mampu membunuh bakteri karena bersifat asam dan mencegah komplikasi adanya perlawanan bakteri seperti yang terjadi jika menggunakan antibiotik biasa.
"Madu ini benar-benar sebuah isu penting untuk dunia kesehatan," cetus Eddy.
Penderita diabetes biasanya memiliki sirkulasi yang buruk dan kemampuan rendah untuk melawan infeksi. Borok yang muncul pun jadi sulit untuk disembuhkan. Sehingga amputasi sebagai satu-satunya jalan terjadi setiap 30 detik terjadi di dunia.
"Jika kami bisa membuktikan madu bisa menyembuhkan borok pada penderita diabetes, kami bisa memberikan harapan baru bagi banyak pasien," kata Eddy.
Terapi madu biasa digunakan untuk pengobatan di Selandia Baru dan sebagai sebuah bentuk pengobatan alternatif di Eropa. Namun terapi madu telah menjadi sejarah di Amerika Serikat.
Eddy mencoba terapi madu sebagai upaya terakhir pada seorang penderita diabetes berumur 79 tahun pada 6 tahun lalu. Pasiennya itu telah kebal dengan perawatan biasa dengan antibiotik.
"Saya mencobanya hanya jika semua upaya lain telah gagal dan ... kami pada prinsipnya telah mengirim dia pulang untuk meninggal," kata Eddy. Namun anehnya, sang pasien malah sembuh dengan cepat.
"Semua antibiotik telah dihentikan ketika kami mencoba madu dan justru luka-lukanya cepat sekali sembuh," ujar Eddy yang berharap percobaannya itu sempurna dan hasilnya bisa dipublikasikan tahun 2008 atau 2009 ini. ( aba / aba )
BANDUNG : AKHMAD YANI HP: 087822067787; Jl. Situ Lengkong No:15 Kel:Cijagra Rt:03 Rw:03 Kec:Lengkong Buah Batu, Bandung BANDUNG : ASEP SAEFUDIN HP: 081572023453 TLP: 022-4211874; JL. JAWA NO:40 BANDUNG INDRAMAYU : CONNI RAHARJA HP: 081802333678 TLP: (0234)271202 . Jl. Jendral A Yani No:105/D Indramayu KOTA BANJAR PATROMAN : Asifudin Muhsin HP: 08567664321 Jl. Astana Rt/Rw: 04/03 Sukahurip Langensari Banjar JABAR
Xamthone Plus Bandung Bisa Belanja Online disini
Rabu, 21 Mei 2008
Madu Bisa Selamatkan Penderita Diabetes dari Amputasi
Senin, 19 Mei 2008
Madu dan Diabetes
Komponen gula terbesar yang berada di dalam madu adalah fructose yaitu jenis monosacharida yang dihasilhkan dari pemecahan gula disacharida yang terjadi di dalam perut lebah. Berbeda dengan gula disacharida yang memerlukan enzyme untuk dapat diserap tubuh, gula monosacharida dengan mudah dapat diserap tubuh tanpa memerlukan bantuan enzyme lagi.
Jadi berbeda dengan gula tebu yang berupa sucrose dari jenis disacharida yang memerlukan enzyme untuk dapat diserap tubuh, dan apabila enzyme tersebut berkurang maka timbullah penyakit gula – maka tidak demikian halnya dengan gula yang berasal dari madu. Madupun aman bahkan bagi para penderita diabetes.
Lebih jauh lagi, madu ternyata juga sangat efektif untuk mengobati luka akibat sakit diabetes yang sudah parah – dan ketika seluruh jenis obat sudah tidak mempan lagi. Berikut adalah kisah nyata yang belum lama ini dimuat di Journal of Family Practice.
Diceritakan di dalam journal tersebut seorang laki-laki yang berusia 79 tahun dan menderita diabetes golongan 2 yang sudah parah. Segala bentuk pengobatan modern telah ditempuh bahkan lelaki ini selama 14 bulan telah lima kali masuk rumah sakit dan 4 kali menjalani operasi. Biaya yang dikeluarkan telah mencapai US$ 390,000,- (Sekitar 3.5 milyar rupiah). Dengan segala upaya tersebut luka yang menganga di dua tempat sebesar 8 cm x 5 cm dan 3 cm x 3 cm tetap tidak sembuh meskipun telah diberi antibiotic terbaik yang ada. Bahkan lelaki tersebut telah kehilangan dua jarinya.
Lebih buruk lagi, dua team dokter yang menangani pasien tersebut berusaha meyakinkan pasien bahwa ia perlu diamputasi kakinya mulai lutut ke bawah karena apabila tidak maka nyawanya terancam. Pasien menolak amputasi tersebut dan sebelum dia mendapatkan informasi tentang madu, pasien ini kehilangan satu jari lagi.
Setelah mendapatkan informasi tentang madu, pasien ini mulai membeli madu di super market – mengoleskan pada luka-lukanya dan meninggalkan pengobatan dengan antibiotic lainnya. Karena pengobatan sekarang hanya dengan madu maka biayanya menjadi jauh lebih murah.
Dua minggu setelah menjalani pengobatan dengan madu, jaringan di tempat lukan mulai hidup kembali. Dalam rentang waktu 6 – 12 bulan, pasien tersebut telah sepenuhnya pulih kembali dan lukanya tidak kambuh kembali.
Maha suci Allah dengan kekuasaanNya dan kebenaran firmanNya. (IQ)
SUMBER:
http://safamedical.com/list.asp?c=5&j=5
Selasa, 06 Mei 2008
Fakta Thibbun Nabawi: Habbatus Sauda, Madu, dan Minyak Zaitun

1. Habbatus Sauda’ atau Jinten Hitam atau Syuwainiz
- Ditumbuk, dibuat adonan dangan campuran madu, kemudian diminum setelah dicampur air panas, diminum rutin berhari-hari: menghancurkan batu ginjal dan batu kandung kencing, memperlancar air seni, haid dan ASI.
- Diadon dengan air tepung basah atau tepung yang sudah dimasak, mampu mengeluarkan cacing dengan lebih kuat.
- Minum minyaknya kira-kira sesendok dicampur air untuk menghilangkan sesak napas dan sejenisnya.
- Dimasak dengan cuka dan dipakai berkumur-kumur untuk mengobati sakit gigi karena kedinginan.
- Digunakan sebagai pembalut dicampur cuka untuk mengatasi jerawat dan kudis bernanah.
- Ditumbuk halus, setiap hari dibalurkan ke luka gigitan anjing gila sebagian dua atau tiga kali oles, lalu dibersihkan dengan air.
Beberapa hasil penelitian tentang madu:
a. Bakteri tidak mampu melawan madu
b. Madu kaya kandungan antioksidan
e. Madu dan pengobatan kencing manis
f. Madu mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung
- Mengurangi kolesterol berbahaya tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat.
- Mengurangi risiko penyumbatan (trombosis) dan penebalan (ateriosklerosis) pembuluh darah.
- Mengurangi pemakaian obat-obatan penurun tekanan darah tinggi.
- Mengurangi serangan kanker.
- Melindungi dari serangan kanker payudara. Sesendok makan minyak zaitun setiap hari mengurangi risiko kanker payudara sampai pada kadar 45%.
- Menurunkan risiko kanker rahim sampai 26%.
- Pengkonsumsian buah-buahan, sayuran, dan minyak zaitun memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari kanker kolon.
- Penggunaan minyak zaitun sebagai krim kulit setelah berenang melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma)
- Berpengaruh positif melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi risiko tukak lambung.
- Mengandung lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi manusia seperti yang terdapat dalam ASI.
- Penggunaan sebagai minyak rambut mampu membunuh kutu dalam waktu beberapa jam saja.
Setiap penyakit itu ada obatnya, seperti hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia menurunkan obatnya.”shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengetahui dan menerapkan pengobatan yang terbukti kemanjurannya. (HR. Bukhari dan Muslim) Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang pesat, Nabi
- Keajaiban Thibbun Nabawi, Aiman bin ‘Abdul Fattah
- Metode Pengobatan Nabi SAW, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah SUMBER: