Senin, 10 November 2008

Pinang (Areca Catechu L)

STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
SUMBER:
http://www.jamitra.com/pinang.htm
===
Sinonim : A. hourtensis, Lour

Familia : Arecaceae

Pinang merupakan tumbuhan liar di tepi sungai, atau tempat-tempat lain yang sudah di budidayakan di pekarangan rumah, pinang tumbuh pada ketinggian 1-1. 400 m dpl’ berpohon lansing tumbuh tegak dengan tinggi 10-30 m dengan diameter 15-20 cm, tidak bercabang dengan bekas daun lepas,daun majemuk tumbuh menyirip di ujung batang, membentuk roset batang, pelapah daun berbentuk tabung, panjang 80 cm, tangkai daun pendek, panjang daun 1- 1,8 m, panjang daun 85 cm, lebar 5cm, dengan ujung sobek dan bergerigi, tongkol bunga dengan seludang panjang yang mudah rontok, keluar dari bawah roset daun panjang 75 cm, dengan tangkai pendek bercabang rangkap, ada satu bunga betina pada pangkal, di atas bunga jantan tersusun dalam dua baris yang tertancap dalam alur, bunga jantang panjang 4 mm, putih kuning, benang sari 6, bunga betina panjang 1,5 cm, hijau bakal buah beruang satu, buahnya buah buni, bulat telur sunsang memanjang 3,5 - 7 cm, dinding buah berserabut, bila masak berwarna merah orange,biji satu bentuknya kerucut pendek dengan ujung membulat, pangkal agak dangkal dengan ujung lekukan agak datar, panjang antara 15-30 cm, permukaan luar berwarna kecoklatan sampai coklat kemerahan, agak berlekuk menyerupai jala dengan warna yang lebih muda,

Umbutnya dapat di makan sebagai lalap atau acar, sedang buah salah satu ramuan untuk sirih, dan penghasil zat samak, pelapah daun di sebut upih (bahasa Sunda), di gunakan untuk pembungkus makanan, bahan campuran pembuatan topi anyaman, berkembang-biak dengan biji.

Nama Lain :

Jambe, penang, wohan (Jawa), pineng, pineung, pinang, batang mayang, batang bongkah, batang pinang, pining, boni (Sumatra), gahat, gehat, taan, pinang (Kalimantan), alosi, mamaan, nyangan, luhuto, luguto, puko roko, amongon (Sulawisi), bua, hui, soi, hualo, hual, soin, palm (Maluku), bua, winu.

PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :

Cacingan, Perut kembung, Luka, Batuk berdahak, Diare, Kudis; Koreng, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, difteri; Tidak nafsu makan, Sembelit, Sakit pinggang, gigi dan gusi,;



PEMANFAATAN :

Bagian yang Dipakai:

Biji, daun, sabut.



KEGUNAAN:



Biji (Binglang):

- Cacingan: taeniasis, fasciolopsiasis.

- Perut kembung akibat gangguan pencernaan.

- Bengkak karena retensi cairan (edema).

- Rasa penuh di dada.

- Luka.

- Batuk berdahak.

- Diare.

- Terlambat haid, Keputihan.

- Beri-beri, edema. Malaria.

- Memperkecil pupil mata (miosis) pada glaucoma.



Daun:

- Tidak napsu makan.

- Sakit pinggang (lumbago).



Sabut:

- Gangguan pencernaan (dyspepsia).

- Sembelit.

- Edema dan beri-beri.

PEMAKAIAN:



Untuk minum: 5-10 g biji kering atau 5-10 g sabut, rebus.

Pemakaian luar : Biji secukupnya direbus, airnya untuk mencuci luka dan infeksi kulit lainnya.







CARA PEMAKAIAN:



1. Cacingan:

30 g serbuk biji pinang direbus dengan 2 gelas air, didihkan

perlahan-lahan seiama 1 jam. Setelah dingin disaring, minum

sekaligus sebelum makan pagi.

2. Luka:

Biji ditumbuk halus, untuk dipakai pada luka.



3. Kudis:

Biji pinang digiling halus, tambahkan sedikit air kapur sirih sampai

menjadi adonan seperti bubur. Dipakai untuk memoles bagian tubuh

yang kudis.



4. Koreng:

Pinang, gambir, kapur sirih masing-masing sebesar telur cecak,

tembakau sebesar ibu jari dan 1 lembar daun sirih segar.

Bahan-bahan tersebut dicampur ialu digiling halus. Lumurkan pada

koreng yang telah dibersihkan.



5. Disentri:

Buah pinang yang warnanya kuning muda dicuci lalu direndam dalam

1 gelas air selama beberapa jam. Minum air rendaman pinang.



6. Membersihkan dan memperkuat gigi dan gusi:

Biji pinang diiris tipis-tipis. Kunyah setiap hari selama beberapa

menit, lalu ampasnya dibuang.



7. Sakit pinggang:

Daun secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus. Tambahkan

minyak kelapa secukupnya, panaskan sebentar di atas api. Hangat-

hangat dipakai untuk mengompres bagian pinggang yang sakit.



8. Difteri:

1 butir biji pinang kering digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir

air panas dan 1 sendok makan madu. Setelah dingin dipakai untuk

kumur-kumur di tenggorokan selama 2-3 menit, lalu dibuang.

Lakukan 3 kali sehari.









Efek samping:



Senyawa alkaloid yang dikandung pada buah cukup berbahaya untuk sistem syarat. Yang umum terjadi adalah mual dan muntah (20-30%), sakit perut, pening dan nervous. Untuk mengurangi kejadian muntah, minumlah rebusan obat setelah dingin. Efek samping yang jarang terjadi adalah luka pada lambung yang disertai muntah darah.



Tanda-tanda kelebihan dosis: Banyak keluar air liur (qalivation), muntah, mengantuk dan seizure.

Pengobalan: Cuci lambung dengan larutan potassium permanganate dan injeksi atropine. Untuk mengurangi efek racunnya, pemakaian biji pinang sebaiknya yang telah dikeringkan, atau lebih baik lagi bila biji pinang kering direbus dahulu sebelum diminum. Kebiasaan mengunyah biji pinang, dapat meningkatkan kejadian kanker-mukosa pipi (buccal cancer).



KOMPOSISI :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Biji: Pahit, pedas, hangat. Obat cacing (anthelmintic), peluruh kentut (antiflatulent), peluruh haid, peluruh kencing (diuretik), peluruh dahak, memperbaiki pencernaan, pengelat (astringen), pencahar (laksan). Daun: Penambah napsu makan. Sabut: Hangat, pahit. Melancarkan sirkulasi tenaga, peluruh kencing, pencahar.



KANDUNGAN KIMIA: Biji mengandung 0,3-0,6% alkaloid, seperti Arekolin (C8 H13 NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tanin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid, dibandingkan biji yang telah diproses. Arekolin: Obat cacing dan berkhasiat sebagai penenang.





Sumber : dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

PAKET POS ( Promosi Online Semesta )

JENIS OBAT SUNNAH