Senin, 10 November 2008

PENGARUH ALKALOID YANG TERKANDUNG DALAM KULIT BUAH DELIMA PUTIH (Granati fructus cortex) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans (Penelitian Eksper

STOPUTIH Mengobati keputihan dan gejalanya. Mengurangi produksi lendir yg berlebihan dan mengurangi bau yg tidak sedap. Bikin rapet dan keset. STOPUTIH Mengandung : Amomi Fructus, Aracae Fructus, Granati Fructus Cortex, Piperis Folium, Dln;Harga eceran Rp.50.000,- dan Grosir Rp.40.000,- Untuk Pemesanan dan Konsultasi Hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 / 021-91913103 Email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id FS : ujang_bmz@yahoo.co.id
===
SUMBER:
http://digilib.unej.ac.id/go.php?id=gdlhub-gdl-grey-2008-hurria-258&node=182&start=46&PHPSESSID=7556b7345f7a0ef9e18c9ff28c80810c
===
RINGKASAN
Hurria, NIM. 011610101021, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember,
Pengaruh Alkaloid yang Terkandung dalam Kulit Buah Delima Putih
(Granati fructus cortex) terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans di
bawah bimbingan drg. Sukanto, M.Kes (DPU) dan drg. Amiyatun Naini,
M.Kes (DPA).
Secara tradisional tanaman delima putih (Punica granati L) digunakan
sebagai obat oleh masyarakat Indonesia. Salah satu bagian tanaman ini yang
sering digunakan adalah kulit buahnya. Kulit buah delima putih bersifat
antibakteri terhadap beberapa bakteri. Hal ini kemungkinan karena kandungan
alkaloid. Alkaloid adalah senyawa organik pada tumbuh-tumbuhan yang sering
digunakan sebagai bahan obat-obatan. Alkaloid mencakup senyawa bersifat basa
yang mengandung satu atom nitrogen. S.mutans adalah bakteri kokus gram positif
yang merupakan flora normal rongga mulut, tetapi bila terjadi peningkatan
populasi dapat berubah menjadi patogen, yaitu dapat memfermentasikan sukrosa
sehingga menghasilkan asam dan merupakan penyebab utama karies gigi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh alkaloid yang
terkandung dalam kulit buah delima putih terhadap pertumbuhan S.mutans dan
untuk mengetahui berapa konsentrasi minimum alkaloid dalam kulit buah delima
putih yang mampu membunuh S.mutans. Manfaat dari penelitian ini adalah
memberi informasi tentang khasiat dan dan konsentrasi minimum alkaloid yang
dapat membunuh S.mutans.
Metode penelitian ini menggunakan 36 sampel yaitu dengan sembilan
perlakuan dan empat kali pengulangan. Sembilan perlakuan merupakan
konsentrasi alkaloid yang didapat dari pengenceran seri yaitu konsentrasi alkaloid
100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,13%, 1,56%, serta media tanpa alkaloid
dengan suspensi kuman (kontrol positif) dan media dengan alkaloid tanpa
suspensi kuman (kontrol negatif).
Analisis data pada penelitian ini didahului dengan uji normalitas dan
homogenitas varians. Karena kesembilan perlakuan mempunyai variasi yang tidak
sama maka dilakukan uji non parametrik Kruskal Wallis dengan derajat
kemaknaan 95% (p<0,05). Hasilnya terdapat perbedaan yang bermakna artinya
alkaloid dalam kulit buah delima putih dapat mempengaruhi pertumbuhan
S.mutans. Untuk mengetahui lebih lanjut perbedaan antar perlakuan dilanjutkan
uji U Mann Whitney dengan derajat kemaknaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian ini
menunjukkan perbedaan kemampuan membunuh S.mutans dari alkaloid yang
terkandung dalam kulit buah delima putih. Pada alkaloid konsentrasi 100% dan
50% dapat membunuh secara total, sedangkan alkaloid konsentrasi 25%, 12,5%,
6,25%, 3,13%, dan 1,56% kurang mampu membunuh secara total S.mutans.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa alkaloid yang terkandung dalam kulit
buah delima putih mempengaruhi pertumbuhan S.mutans, dimana konsentrasi
minimum alkaloid yang dapat membunuh S.mutans adalah 50%.

Tidak ada komentar:

PAKET POS ( Promosi Online Semesta )

JENIS OBAT SUNNAH